Sporting Director Ducati Corse, Mauro Grassilli, mengungkapkan bahwa memperbarui kontrak Marc Marquez untuk MotoGP 2027 lebih menantang dibandingkan kontrak pertama. Meski begitu, ia tetap optimistis kedua pihak bisa mencapai kesepakatan dalam waktu dekat.

Jelang musim 2026 dimulai, hanya empat pembalap yang sudah memiliki kontrak untuk musim berikutnya. Kontrak Marquez sendiri akan habis pada akhir tahun ini, meski statusnya sebagai juara bertahan. Hal ini membuat pembicaraan kontrak menjadi sorotan utama komunitas MotoGP.
Grassilli tidak merinci faktor yang membuat negosiasi berjalan lebih alot. Namun rumor beredar bahwa Marquez mempertimbangkan kemungkinan kembali ke tim pabrikan Honda, sehingga membuat prosesnya sedikit lebih kompleks dibandingkan kontrak pertamanya di Ducati.
Perbedaan Kontrak Pertama dan Kedua
Saat peluncuran Ducati Lenovo Team Januari lalu, Marquez menyebut peluangnya bertahan di tim bernilai delapan dari sepuluh. Namun Grassilli menilai situasi sebenarnya sedikit lebih rumit dari perkiraan awal.
“Dari sudut pandang saya, perpanjangan kontrak ini sedikit lebih menantang daripada kontrak pertama. Kita sudah mencapai setidaknya 9,5, namun belum sampai 10,” ujar Grassilli. Ia menekankan bahwa meski sudah dekat, masih ada beberapa detail yang harus diselesaikan sebelum kontrak resmi ditandatangani.
Rumor terbaru juga menyebutkan bahwa Marquez lebih memilih kontrak ‘1+1’, yaitu satu musim dengan opsi perpanjangan untuk musim berikutnya, daripada menandatangani kontrak dua musim langsung. Hal ini menambah kompleksitas negosiasi yang sedang berjalan.
Baca Juga: Ja Morant Tetap di Memphis Grizzlies Hingga Akhir Musim
Analisis Kontrak Butuh Waktu Lebih Panjang

Grassilli menjelaskan bahwa perpanjangan kontrak Marquez membutuhkan waktu lebih lama karena pihak Ducati perlu menganalisis beberapa bagian yang sebelumnya dianggap remeh pada kontrak pertama. Hal ini membuat proses negosiasi sedikit lebih lambat dari perkiraan.
“Dalam perpanjangan kontrak ini, kami memverifikasi dan menganalisis bagian-bagian yang agak kami remehkan di kontrak pertama. Jadi, kami butuh waktu sedikit lebih lama dari yang kami duga,” tutur Grassilli. Ia menekankan bahwa meski ada penundaan, arahnya sudah benar dan kesepakatan semakin mendekati kenyataan.
Grassilli menambahkan, meski belum mencapai tahap final, tidak ada masalah besar yang menghalangi tercapainya kontrak baru Marquez. Hanya beberapa detail kecil yang masih harus diselesaikan sebelum pengumuman resmi bisa dilakukan.
Fokus Ducati Setelah Marquez
Sementara fokus utama Ducati saat ini adalah menyelesaikan kontrak Marquez, CEO Ducati Claudio Domenicali mengungkapkan bahwa pembicaraan terkait kontrak Pecco Bagnaia akan ditunda. Pihak Ducati ingin menyelesaikan negosiasi dengan Marquez terlebih dahulu sebelum membahas pembaruan kontrak pembalap lainnya.
Hal ini menunjukkan bahwa Ducati menempatkan Marquez sebagai prioritas utama. Dengan kontrak baru Marquez yang segera rampung, tim dapat lebih fokus pada persiapan teknis dan strategi untuk musim 2026.
Ducati optimistis bahwa kontrak akan selesai sebelum musim dimulai, sehingga kedua belah pihak bisa fokus pada performa di lintasan. Kesepakatan ini penting agar tim tetap kompetitif dan menjaga stabilitas internal menjelang musim yang baru. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita olahraga menarik lainnya di sportinlaw.com.