FIA menyetujui perubahan penting untuk Sprint Race F1 2026. Salah satunya adalah perpanjangan sesi Free Practice (FP1) saat akhir pekan sprint jika terjadi bendera merah. Dibawah ini akan ada pembahasan berita sport global menarik lainnya di SPORT INLAW.

Tujuannya agar tim tetap mendapatkan satu jam latihan penuh meski ada gangguan. Sebelumnya, selama akhir pekan sprint, tim hanya memiliki satu sesi latihan satu jam pada Jumat pagi sebelum langsung masuk ke kualifikasi sprint. Jika sesi dihentikan karena bendera merah, waktu latihan yang hilang tidak diganti, sehingga mengganggu persiapan tim dan pembalap.
Mulai 2026, jika FP1 dihentikan sebelum 45 menit, direktur balapan dapat memperpanjang sesi agar tetap berjalan satu jam. Perubahan ini hanya berlaku untuk enam akhir pekan sprint dan tidak memengaruhi akhir pekan Grand Prix reguler yang memiliki tiga sesi latihan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Penyederhanaan Prosedur Balapan
Selain latihan, FIA menyederhanakan prosedur dalam Sprint Race. Aturan terkait penghentian dan dimulainya kembali balapan dibuat lebih jelas dan mudah diterapkan oleh tim dan pembalap. Hal ini diharapkan mengurangi kebingungan di lintasan dan meningkatkan keselamatan.
Selain itu, batasan penggunaan ban saat kualifikasi sprint basah juga diperbarui. Tim kini memiliki fleksibilitas lebih dalam strategi, tetapi tetap harus mengikuti aturan keselamatan dan regulasi teknis yang berlaku.
Perubahan ini diharapkan membuat Sprint Race lebih lancar dan adil, mengurangi gangguan yang bisa muncul akibat bendera merah, dan memberikan kesempatan tim untuk memaksimalkan performa mobil sebelum balapan utama.
Kembalinya Tes Pramusim Tunggal

FIA juga mengumumkan kembalinya tes pramusim tunggal mulai 2027. Untuk 2026, tes musim dingin diperluas menjadi dua sesi tiga hari di Bahrain, didahului shakedown di Barcelona. Langkah ini membantu tim menyesuaikan diri dengan regulasi baru yang diterapkan tahun depan.
Tes pramusim memberikan kesempatan tim menguji mobil generasi baru, mengatur strategi, dan memberikan pembalap pengalaman tambahan sebelum musim dimulai. Dengan persiapan lebih matang, risiko masalah teknis saat balapan resmi dapat dikurangi.
Mulai 2027, F1 akan kembali ke format tes tunggal di Sakhir, Bahrain, seperti yang diterapkan pada 2025. Format ini dinilai lebih efisien, memungkinkan semua tim fokus pada pengembangan mobil dan strategi tanpa terganggu jadwal kompetisi.
Penyesuaian Staf dan Operasional
Untuk mendukung mobil generasi baru, FIA menambah jumlah staf operasional di paddock dari 58 menjadi 60 orang. Penambahan ini membantu tim menjalankan mobil lebih lancar, termasuk perawatan dan pengaturan strategi selama akhir pekan balapan.
Selain itu, FIA menyederhanakan prosedur penghentian dan dimulainya kembali balapan agar lebih mudah diterapkan di lapangan. Perubahan ini juga mengurangi potensi kesalahan tim dan pembalap, sehingga balapan tetap adil dan aman.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen FIA meningkatkan profesionalisme, keselamatan, dan performa balapan. Bersama perpanjangan latihan dan kembalinya tes pramusim, Sprint Race 2026 diharapkan lebih seru, kompetitif, dan menarik bagi tim serta penonton. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita sport global menarik lainnya di sportinlaw.com.
