Pelatih Sunderland, Regis Le Bris, Mengutuk Pelecehan Rasis Terhadap Romaine Mundle

Bagikan

Pelatih Sunderland, Regis Le Bris, menyatakan bahwa pelecehan rasis terhadap pemain Romaine Mundle “tidak dapat diterima.” Insiden ini terjadi saat Mundle masuk sebagai pemain pengganti dalam kekalahan Sunderland 3-1 melawan Fulham. Le Bris menegaskan bahwa klub berdiri teguh mendukung Mundle dan menolak segala bentuk rasisme.

Pelatih-Sunderland,-Regis-Le-Bris,-Mengutuk-Pelecehan-Rasis-Terhadap-Romaine-Mundle

“Tidak ada tempat untuk rasisme atau pelecehan dalam sepak bola maupun kehidupan sehari-hari,” tegas Le Bris. Ia menekankan bahwa Sunderland menjunjung tinggi nilai-nilai inklusi, keberagaman, dan rasa hormat, yang menjadi fondasi budaya klub. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap gelombang insiden bermotif rasial yang belakangan meningkat di Liga Premier.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Pelatih asal Prancis ini juga menyoroti pentingnya sikap tegas terhadap rasisme. Menurutnya, klub dan pemain harus bersatu membela nilai-nilai tersebut, serta memberikan respons nyata ketika ada pihak yang mencoba mengancam integritas dan kebersamaan dalam sepak bola.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Kondisi Cedera Romaine Mundle

Selain menghadapi pelecehan, Romaine Mundle juga tengah berjuang dengan cedera yang membuatnya absen beberapa minggu atau bahkan bulan. Le Bris menyebut bahwa tim medis Sunderland masih melakukan penilaian untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai tingkat keparahan cedera.

Cedera Mundle menambah daftar pemain Sunderland yang sedang dalam pemulihan. Jocelin Ta Bi menghadapi cedera yang mungkin membutuhkan operasi, sementara Nordi Mukiele dan Brian Brobbey diperkirakan kembali dalam dua hingga empat minggu tergantung respons terhadap rehabilitasi. Dennis Cirkin dan Reinildo Mandava sudah menunjukkan kemajuan, tetapi belum siap bermain di pertandingan mendatang.

Le Bris menekankan bahwa tim tetap memprioritaskan pemulihan pemain dengan hati-hati, untuk memastikan mereka kembali dalam kondisi terbaik tanpa memaksakan waktu bermain.

Baca Juga: Anthony Gordon Cetak Sejarah Liga Champions dengan Empat Gol di Babak Pertama

Respon Klub dan Lingkungan Sepak Bola

Respon-Klub-dan-Lingkungan-Sepak-Bola

Sunderland menunjukkan sikap tegas terhadap rasisme, menegaskan bahwa setiap bentuk pelecehan tidak akan ditoleransi. Pernyataan Le Bris disampaikan bukan hanya untuk Mundle. Namun tetapi juga sebagai pesan kepada seluruh komunitas sepak bola bahwa klub mendukung keadilan dan kesetaraan.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kasus serupa di Liga Premier, menyoroti perlunya tindakan nyata dari klub, pengurus liga, dan pihak berwenang. Sunderland berkomitmen untuk melindungi pemainnya dan menciptakan lingkungan yang aman bagi semua anggota tim.

Harapan untuk Pemulihan dan Dukungan

Meskipun Mundle sedang absen, klub terus memberikan dukungan penuh, baik secara medis maupun emosional. Kehadiran Le Bris yang tegas dan nilai-nilai inklusif Sunderland diharapkan menjadi penguat moral bagi pemain muda dan komunitas sepak bola di sekitar klub.

Kembalinya Mundle setelah cedera menjadi prioritas, dan klub berharap ia bisa kembali bermain dengan penuh percaya diri. Sunderland tetap berupaya menjaga keseimbangan antara performa tim dan perlindungan terhadap pemain, memastikan setiap individu merasa dihargai dan aman di lapangan.

Dengan sikap tegas dan langkah-langkah konkret, Sunderland menunjukkan bahwa rasisme tidak memiliki tempat di sepak bola. Ini sekaligus memberikan dukungan penuh kepada Romaine Mundle dan seluruh pemain yang menghadapi situasi sulit. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di sportinlaw.com.